Skip to main content

Aikido for MuhammadHSAbdurrahman

https://www.instagram.com/p/BfCJXGzgwOh/

Aikido, olahraga beladiri yang awalnya umi perkenalkan buat Muhammad. Karena umi suka dan melakukannya juga. Umi juga memperkenalkan olahraga beladiri yang lain seperti taekwondo dan taichi tapi mungkin Muhammad memang sudah suka aikido.
.
Sudah 2 minggu ini, umi mengantar Muhammad untuk mengenal lebih dekat olahraga aikido meskipun ternyata Muhammad masih malu-malu untuk mengikuti latihannya. Kenapa umi bilang "ternyata malu-malu" ? Karena biasanya MuhammadHSAbdurrahman tidak begitu. 😆
Tapi mungkin, setelah umi amati dari 2 kali pertemuan, mungkin karena dia paling kecil diantara yang lain. Iya sih, Muhammadhsa masih 4 tahun. Tadinya umi mau mundur saja, sementara dan kembali saat Muhammad sudah lebih berani, tapi Muhammad tidak mau, dia tetap ingin berlatih aikido atau meskipun hanya berada disekitar orang yang berlatih. Umi mengikuti kemauan Muhammad, karena umi tahu meskipun tidak langsung mengikuti latihan Muhammadhsa4yo tetap perhatian terhadap apa yang dilatihkan. As usual and I am waiting for a surprise 😆
.
Mari sekilas melihat mengenai olahraga beladiri ini.
Aikido adalah seni beladiri yang berasal dari Jepang. Berdasarkan wikipedia,  Aikido (bahasa Jepang: 合気道, aikidō) adalah seni beladiri yang mempunyai akar pertumbuhan dan budaya dari Jepang. Aikido merupakan manifestasi dari modernisasi pemikiran Jepang dengan selimut budaya Jepang tradisional. Seni beladiri ini awalnya merupakan tradisi beladiri kuno yang diwariskan turun temurun hanya dimiliki oleh sebuah keluarga istana, yaitu Daito Ryu Aiki-Jujutsu.

Kata Aikido berasal dari 3 huruf kanji :
Ai artinya bergabung, menyatukan, menyelaraskan
Ki artinya jiwa, energi kehidupan
Do artinya jalan, cara
Seni beladiri aikido lebih menekankan pada kelembutan dan bagaimana mengasihi serta membimbing lawan.

#diary_umi
#Muhammadhsahomeschool
#MuhammadHSAbdurrahman
#Muhammadhsa4yo
#aikido
#senibeladiri

Comments

Popular posts from this blog

Sepintas Kesibukan Yang Tak Berujung

Ya...disanalah laptop itu menyala dan hanya menyala.  Tidak tersentuh sedikitpun. Dan aku hanya bisa melihat dari kejauhan sambil melakukan rutinitas pagi yang tak nampak akan selesai karena sambung menyambung. Kalau pun ada jeda, aku manfaatkan untuk sedikit sarapan santai sambil duduk, menikmati roti meises dan milo hangat.  Tidak berselang lama, kadang sempat selesai sarapan kadang masih sekali gigit rotinya dan sekali seruput milonya. Karena si kecil bangun dan kakak sudah selesai bersiap untuk sarapan sebelum pergi ke sekolah. Si kecil yang menangis karena saat terbangun tidak ada ummi di sebelahnya. Si kecil yang ingin di peluk saat terbangun dari tidurnya. Si kecil yang sudah pandai protes jika semua tidak sesuai dengan keinginannya. Si kecil yang sudah mulai bisa memilih sesuai dengan kebutuhannya, meskipun terkadang pilihannya masih belum akurat. Si kecil yang sudah ga kecil-kecil amat lagi meskipun masih balita. Saatnya harus mengantar kakak, si kecil pun hanya ingin...

Mungkin Ini Dilema?

https://www.instagram.com/p/Bb1_Bkih6P9/ Pernahkah merasakan raga terasa lepas dari jiwa? Saya sering, dan ini bermula sekitar 4 tahun lalu. Dan perasaan itu semakin menjadi bahkan saya merasa sulit bertolerasi dengan rasa itu dimulai sekitar 2 tahun terakhir. Raga saya ada di satu tempat yang dulu merupakan tempat favorit saya tapi jiwa saya berada ditempat lain yang kini menjadi tempat favorit saya. Menurut saya, multitasking tidak ada hubungannya. Karena raga tak berjiwa itu bagai lorong kosong, gelap dan hampa. Bukan tak cinta lagi pada tempat ini. Tidak ada hubungannya dengan cinta saya terhadap tempat yang dulu favorit ini. Tapi, hati ini, jiwa ini telah berlabuh disuatu tempat dimana saya bisa lebih mengaktualisasikan diri saya, mengembangkan kemampuan yang saya percaya saya punya, yang dimana jiwa saya bebas berkembang tanpa batas dengan tantangan baru yang saya butuhkan. Karena jiwa harus berkembang. Tidak bisa jalan ditempat, pasrah menerima keadaan seperti yang sudah b...

Mencintai Kebersihan / Practical Life Activity

Mencintai kebersihan harus ditanamkan semenjak usia dini. Bahkan kita bisa memperkenalkan kegiatan yang menyenangkan agar anak terbiasa dengan kebersihan. Pas banget dengan challenge dari IndonesiaMontessori.com dengan kegiatan mencuci jendela. Tidak cuma untuk keindahan tapi untuk kebersihan. Dan pastinya menyenangkan untuk Muhammad karena kegiatan ini berkaitan dengan air 😊 Lihat deh aksi Muhammad mencuci jendela rumah nenek di pic. Pasti nenek senang jendela-nya jadi bersih walaupun cuma bagian bawah karena Muhammad belum cukup tinggi nek 😄