Skip to main content

Hari 3_ Komunikasi Produktif

Bismillahirohmanirohim

Mengajak Muhammad untuk mandi adalah drama. Tapi drama ini pelan-pelan berkurang dengan mengganti kalimat perintah dengan pilihan.
.
Keberhasilan mengajak mandi Muhammad ini saya sharing ke suami dan suami pun senang banget dengan penggantian kalimat ini. Meskipun terkadang metode ini gagal karena dilakukan dengan terburu-buru, dan intonasi yang ramah.
.
Seperti sore tadi saat Muhammad akan latihan basket. Latihan basket jam 4 dan Muhammad baru bangun jam 3. Sementara harus mandi dulu dan jarak rumah kami dengan tempat latihan memakan waktu sekitar 30 - 40 menit.
.
Bangun tidur, Muhammad masih ingin leyeh-leyeh, stretching, sementara waktu mepet.
.
Muhammad : "Assalamualaikum"

Umi&Abi : "Wa'alaikumsalam"

Abi : "Muhammad mau mandi sekarang atau lima menit lagi? Sudah jam 3 sebentar lagi basket jam 4"

Muhammad : Leyeh-leyeh di sofa

Kebayangkan...baru bangun tidur diberondong pertanyaan? Muhammad tiba-tiba langsung mau merengek. Seolah berkata, sebentar donk...ini masih ngumpulin nyawa.

Abi : "Muhammad mau mandi sekarang atau lima menit lagi?"
Kali ini pesan lebih pendek.

Muhammad : "lima menit lagi"

Abi : "ok"

Alhamdulillah, setelah 5 menit Muhammad mau mandi meskipun waktunya makin mepet hehehe...
.
Kami masih butuh latihan lagi untuk intonasi yang ramah dan memperpendek pesan yang disampaikan.
.
#hari3
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Comments

Popular posts from this blog

Mungkin Ini Dilema?

https://www.instagram.com/p/Bb1_Bkih6P9/ Pernahkah merasakan raga terasa lepas dari jiwa? Saya sering, dan ini bermula sekitar 4 tahun lalu. Dan perasaan itu semakin menjadi bahkan saya merasa sulit bertolerasi dengan rasa itu dimulai sekitar 2 tahun terakhir. Raga saya ada di satu tempat yang dulu merupakan tempat favorit saya tapi jiwa saya berada ditempat lain yang kini menjadi tempat favorit saya. Menurut saya, multitasking tidak ada hubungannya. Karena raga tak berjiwa itu bagai lorong kosong, gelap dan hampa. Bukan tak cinta lagi pada tempat ini. Tidak ada hubungannya dengan cinta saya terhadap tempat yang dulu favorit ini. Tapi, hati ini, jiwa ini telah berlabuh disuatu tempat dimana saya bisa lebih mengaktualisasikan diri saya, mengembangkan kemampuan yang saya percaya saya punya, yang dimana jiwa saya bebas berkembang tanpa batas dengan tantangan baru yang saya butuhkan. Karena jiwa harus berkembang. Tidak bisa jalan ditempat, pasrah menerima keadaan seperti yang sudah b...

Me Time Oh Me Time by Ira Rahmah Awalanti

Persiapan segalanya dari malam sebelumnya. Merencanakan aktifitas anak untuk hari esok. Secara rinci, dari waktu dan aktifitas apa saja yang akan dilakukan anak supaya Me Time dapat di dapat pada malam hari. Malam sudah semakin terang cahaya bulan. Sesuai rencana anak sepertinya akan tidur tepat waktu dan Me Time bisa dilakukan saat tenaga masih 50%, lumayanlah ya. Si kecil tidur setelah dibacakan buku dan siroh Rasulullah. Suamipun menemani si kecil. This is it! Me Time! Nyalakan laptop, ditemani minuman coklat hangat mulai menuangkan ide dan cerita. Dan, tiba-tiba gelap gulita sehingga cahaya bulan tampak terang benderang melalui jendela. Laptop pun mati karena batrenya rusak. Baiklah. Mari kita tidur saja. Me Time Oh Me Time https://www.instagram.com/p/BZYtv2uB6bO/ Regrann App - Repost without leaving Instagram - Download Here : http://regrann.com/download

Me Time by Ira Rahmah Awalanti

Me Time. Sesuatu yang tidak sadar menghilang. Tak terasa karena tidak mengerti bahwa diri butuh Me Time. Sendiri termenung bukannya melamun tapi berusaha menuangkan secara spontan yang ada dihati dan pikiran tentang pengalaman hari-hari yang dijalani. Me Time yang tidak sadar menghilang, meronta keluar saat jiwa terhimpit kejenuhan. Bukan tak bersyukur tapi diri butuh aktualisasi. Me Time is Me and My Time. https://www.instagram.com/p/BZYjKTEB6aq/ Regrann App - Repost without leaving Instagram - Download Here : http://regrann.com/download